Expressing Ability :
1. I could run fast.
2. I will be able to help you.
3. You can buy a milk to the supermarket.
4. Ferry can run fast.
5. I am able to help you.
Polite Questions :
1. Will you please pass the salt ?
2. Could I borrow your eraser ?
3. Shall I open the door ?
4. Might I borrow your pen ?
5. May I borrow your pencil ?
Exercise : Expressing Ability : CAN and CAN’T
1. A dog can bark, but it can’t sing.
2. You can store water in a glass jar, but you can’t store it in a paper bag.
3. . A cat can climb trees, but it can’t fly.
4. A tiny baby can cry, but it can’t talk.
5. A fish can’t walk, but it can swim
Exercise : COULD, MAY, MIGHT and WILL PROBABLY
1. Tonight I could go shopping. Or I might watch the movie. Of course, I may go shopping. But I’ll probably just watch the movie.
2. Next year, I might graduate. But I could postpone it. I may postpone it. But I’ll probably graduate next year.
3. My friend Kendall may visit me this weekend, but I’m not sure. She might visit. She could also take her friends along. But she’ll probably visit me alone.
4. One hundred years from now, I may have die. But I could live long enough. I will probably might’ve die anyway.
Exercise : Polite Questions : MAY I, COULD I, and CAN I.
1. A : Hello?
B : Hello. Is Ahmed there?
A : Yes, he is.
B : May I speak to him?
A : Just a minute, I’ll get him.
2. A : Hello. Mr. Black’s office.
B : May I speak to Mr. Black?
A : May I ask who is calling?
B : Susan Abbott.
A : Just a moment Ms. Abbott. I’ll connect you.
3. A : Hello?
B : Hi. This is Bob. Can I talk to Pedro?
A : Sure. Hang on.
4. A : Good afternoon. Dr. Wu’s office. Can I help you?
B : Yes. I’d like to make an appoinment with Dr. Wu.
A : Fine. Is Friday morning at ten all right?
B : Yes. Thank you.
A : Your name?
5. A : Hello?
B : Hello. Can I talk to Emily?
A : She’s not at home right now. Do you have a message?
B : No thanks. I’ll call later.
6. A : Hello?
B : Hello. Can I talk to Maria?
A : She’s not here right now.
B : Oh. Can I have a message?
A : Certainly. Just a minute. I have to get a pen.
7. A : Hello?
B : Hello. Could I talk to Jack?
A : Who?
B : Jack. Jack Butler.
A : There’s no one here by that name. I’m afraid you have the wrong number.
B : Is this 221-3892?
A : No, it’s not.
B : Oh, I’m sorry.
A : That’s okay.
Exercise : Polite Questions : MAY I, COULD I, and CAN I
1. May I please see your dictionary for a minute.
2. May I please use Bobby’s phone please.
3. Can I have the check please?I have finish my meal.
4. Can I help you with your packages miss? Sure thanks.
5. May I leave the class Mrs. Sophia?
6. Can I borrow your calculator during the algebra test? I’m sorry, but I need to use it.
7. Could I borrow some of your money please?I have less amount of money. Sure, here it is. Thanks.
Jumat, 11 Mei 2012
Selasa, 20 Maret 2012
MY DREAMS BUSINESS
1. what is your opinion of business ?
2. if you want to do business , and you choose what reason ?
answer :
1. I think the business is the economic activities either selling products or services whose objective was to seek profits through an organization or a company to employ human resources in order to gain his own ends.
2. I want to do business with a business that could well open the door that could work anyone can do it like opening a furniture store or a food that people liked and cheap.
2. if you want to do business , and you choose what reason ?
answer :
1. I think the business is the economic activities either selling products or services whose objective was to seek profits through an organization or a company to employ human resources in order to gain his own ends.
2. I want to do business with a business that could well open the door that could work anyone can do it like opening a furniture store or a food that people liked and cheap.
Bahasa Inggris Bisnis
1. george is cooking dinner tonight
answer :
S = George
V = is cooking
C/O = dinner
M of time = tonight
2. henry and marcia have visited the president
answer :
S = Henry and Marcia
V = have visited
C/O = the president
3. We can eat lunch in this restaurant today
answer :
S = We
V = can eat lunch
C/O = -
M of place = in this restaurant
M of time = today
4. pat should have bought gasoline yesterday
answer :
S = Pat
V = should have bought
C/O = gasoline
M of time = yesterday
5. trees grow
answer :
V = grow
C/O = trees
6. it was raining at seven o'clock this morning
answer :
S = It
V = was raning
M of time = at seven o'clock
M of time = this morning
7. she opnened a checking account at the bank last week
answer ;
S = She
V = Opened a checking account
C/O = at the bank
M of time = last week
8. Harry is washing dishes right now
answer:
S = Harry
V = is washing
C/O = dishes
M of time = right now
9. She opened her book
answer :
S = She
V = opened
C/O = her book
10. paul, williams, and mary were watching, television a few minutes ago
answer :
S = Paul, Williams, and Mary
V = were watching
C/O = television
M of time = a few minutes ago
answer :
S = George
V = is cooking
C/O = dinner
M of time = tonight
2. henry and marcia have visited the president
answer :
S = Henry and Marcia
V = have visited
C/O = the president
3. We can eat lunch in this restaurant today
answer :
S = We
V = can eat lunch
C/O = -
M of place = in this restaurant
M of time = today
4. pat should have bought gasoline yesterday
answer :
S = Pat
V = should have bought
C/O = gasoline
M of time = yesterday
5. trees grow
answer :
V = grow
C/O = trees
6. it was raining at seven o'clock this morning
answer :
S = It
V = was raning
M of time = at seven o'clock
M of time = this morning
7. she opnened a checking account at the bank last week
answer ;
S = She
V = Opened a checking account
C/O = at the bank
M of time = last week
8. Harry is washing dishes right now
answer:
S = Harry
V = is washing
C/O = dishes
M of time = right now
9. She opened her book
answer :
S = She
V = opened
C/O = her book
10. paul, williams, and mary were watching, television a few minutes ago
answer :
S = Paul, Williams, and Mary
V = were watching
C/O = television
M of time = a few minutes ago
Minggu, 04 Desember 2011
EUFORIA SEA GAMES XXVI INDONESIA
Euforia SEA GAMES XXVI di Jakarta dan Palembang sangat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Maklum saja, acara yang diselenggarakan 2 tahunan ini merupakan ajang bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Setelah beberapa kali penyelenggaraan, baru kali ini lagi Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah ajang bergensi ini. Demi meningkatkan fasilitas dan kenyamanan, Pemerintah menyelenggarakan acara ini di 2 tempat yaitu Jakarta dan Palembang. Hal tersebut bertujuan sangat baik karena akan meningkatkan pariwisata di daerah Palembang. Walaupun masih banyak pula pertandingan yang diadakan di Jakarta, salah satunya sepak bola. Sepak bola merupakan olah raga yang banyak diminati dan dinantikan oleh masyarakat Indonesia. Terutama bila tim kesayangan mereka, yang pastinya Indonesia, berlaga. Mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyaksikan tim-tim kesayangan mereka berlaga. Hal itulah yang membuat saya dan keluarga “ikut-ikutan” menyaksikan pertandingan sepak bola. Di samping anak-anak yang memang menyukai bola, hal ini dapat pula menjadi salah satu hiburan bagi keluarga. Kesempatan yang belum tentu ada setiap tahun dapat kita manfaatkan untuk menyaksikan tim-tim sepak bola yang ada di Asia Tenggara bertanding/berlaga. Pertandingan tersebut dapat memberikan masukan bagi tim kita akan betapa majunya sepak bola di kawasan Asia Tenggara dan dapat memotivasi kita akan lebih berjuang lagi untuk menigkatkan persepakbolaan di tanah air.
Sumber: http://diah2eb02.blogspot.com/2011/11/euforia-sea-games-xxvi-indonesia.html
Sumber: http://diah2eb02.blogspot.com/2011/11/euforia-sea-games-xxvi-indonesia.html
Mengontrol Keuangan Pribadi Dengan Cara Pemrioritasan Kebutuhan
Pada zaman sekarang krisis moneter sulit sekali mengatur keuangan pribadi agar tetap bisa terus membeli kebutuhan sehari-hari banyak cara bisa ditempuh antara lain yaitu dengan membeli yang hanya sesuai dengan kebutuhan sehari-hari dengan begitu bisa menyisihkan uang untuk di tabung.Dengan begitu kita bisa menabung untuk bisa membeli barang atau sesuatu yang kita mau.
Biasanya, kegagalan mengelola keuangan disebabkan oleh beberapa kesalahan seperti:
• Mempunyai kebiasaan menunda pembayaran bill.
• Menggunakan kredit card secara berlebihan [tidak ada kontrol].
• Tidak gemar menabung dan melakukan investasi.
• Mengunakan dana pinjaman untuk gonta-ganti mobil, barang elektronik dll.
• Menaruh telor dalam satu keranjang [menyimpan, menabung, investasi dalam satu tempat].
• Tidak mempunyai dana cadangan khusus bila terjadi kebutuhan mendadak.
• Tidak mengalokasikan dana untuk asuransi.
Biasanya, kegagalan mengelola keuangan disebabkan oleh beberapa kesalahan seperti:
• Mempunyai kebiasaan menunda pembayaran bill.
• Menggunakan kredit card secara berlebihan [tidak ada kontrol].
• Tidak gemar menabung dan melakukan investasi.
• Mengunakan dana pinjaman untuk gonta-ganti mobil, barang elektronik dll.
• Menaruh telor dalam satu keranjang [menyimpan, menabung, investasi dalam satu tempat].
• Tidak mempunyai dana cadangan khusus bila terjadi kebutuhan mendadak.
• Tidak mengalokasikan dana untuk asuransi.
Teknik pengambilan keputusan
Angket
Pertanyaan yang diberikan kepada responden bisa bersifat pertanyaan tebuka/tertutup melaui pos atau internet.
Adapun Prinsip dalam penulisan angket yaitu,
• Isi pertanyaan yang berbentuk pengukuran harus teliti.
• Bahasa yang digunakan mudah.
• Pertanyaan dapat terbuka atau tertutup.
• Pertanyaan tidak mempunyai arti yang mendua
• Pertanyaan tidak terlalu panjang.
• Penampilan fisik angket harus bagus.
• Tidak menanyakan yang sudah lupa.
Wawancara
Dilakukan dengan cara face to face atau melalui telepon. Dalam teknik wawancara ini terbagi menjadi 2 yaitu,
• Wawancara terstruktur, dimana pertanyaan yang diajukan dilengkapi dengan jawaban pilihan yang telah disediakan. Contoh,
Bagaimana kualitas mesin Honda?
a. Sangat Bagus
b. Bagus
c. Tidak Bagus
d. Sangat Tidak Bagus
• Wawancara Tidak Terstruktu/wawancara bebas, pedoman wawancara berupa garis besar permasalahan yang ditanyakan dan tidak terdapat jawaban pilihan.
Adapun kelebihan dan kekurangan dalam teknik wawancara sebagai berikut :
Observasi
Proses pengambilan data dalam sebuah penelitian dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandangan pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.
Pertanyaan yang diberikan kepada responden bisa bersifat pertanyaan tebuka/tertutup melaui pos atau internet.
Adapun Prinsip dalam penulisan angket yaitu,
• Isi pertanyaan yang berbentuk pengukuran harus teliti.
• Bahasa yang digunakan mudah.
• Pertanyaan dapat terbuka atau tertutup.
• Pertanyaan tidak mempunyai arti yang mendua
• Pertanyaan tidak terlalu panjang.
• Penampilan fisik angket harus bagus.
• Tidak menanyakan yang sudah lupa.
Wawancara
Dilakukan dengan cara face to face atau melalui telepon. Dalam teknik wawancara ini terbagi menjadi 2 yaitu,
• Wawancara terstruktur, dimana pertanyaan yang diajukan dilengkapi dengan jawaban pilihan yang telah disediakan. Contoh,
Bagaimana kualitas mesin Honda?
a. Sangat Bagus
b. Bagus
c. Tidak Bagus
d. Sangat Tidak Bagus
• Wawancara Tidak Terstruktu/wawancara bebas, pedoman wawancara berupa garis besar permasalahan yang ditanyakan dan tidak terdapat jawaban pilihan.
Adapun kelebihan dan kekurangan dalam teknik wawancara sebagai berikut :
Observasi
Proses pengambilan data dalam sebuah penelitian dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Melalui observasi penganalisis dapat memperoleh pandangan pandangan mengenai apa yang sebenarnya dilakukan, melihat langsung keterkaitan diantara para pembuat keputusan di dalam organisasi, memahami pengaruh latar belakang fisik terhadap para pembuat keputusan, menafsirkan pesan-pesan yang dikirim oleh pembuat keputusan lewat tata letak kantor, serta memahami pengaruh para pembuat keputusan terhadap pembuat keputusan lainnya.
Minggu, 13 November 2011
Budayakan Membaca Sejak Dini..!!!
Orangtua mana yang tidak senang, saat melihat anaknya rajin belajar tanpa disuruh. Hampir semua orangtua berharap anak-anak mereka mau belajar sendiri, tanpa harus dipaksa, dibujuk dengan susah payah, atau harus bertengkar terlebih dahulu. Sebagai orangtua, Anda juga berharap begitu, bukan?
Sebenarnya, budaya "belajar" mandiri berawal dari kebiasaan membaca sejak dini. Orangtua yang membiasakan anak-anaknya membaca sejak dini usia, akan memetik buah yang sangat manis; anak-anak mereka cenderung lebih mudah belajar, tidak malas, dan senang membaca. Seakan-akan, buku adalah sahabat dan teman bermain yang mengasyikkan bagi mereka.
Sayangnya, tidak banyak orangtua yang menyadari pentingnya membaca sejak dini usia ini. Mereka cenderung bersantai-santai pada awalnya, dan menyerahkan semuanya kepada sekolah, sambil menunggu "hasil". Hingga pada akhirnya, mereka baru akan tersadarkan setelah melihat hasil belajar putra-putri mereka yang jauh dari harapan.
Setelah melihat hasil yang kurang memuaskan ini, akhirnya orangtua mencari cara agar anak-anak mau belajar. Tidak jarang yang menggunakan cara-cara pemaksaan, hukuman, jadwal les yang padat, yang mayoritas itu bukannya menambah keinginan dan semangat anak untuk belajar, tapi malah membuat mereka jenuh belajar. Nah, lo...kalau sudah begitu, repot juga, kan?
Membudayakan membaca dan menulis bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan sangat melelahkan! Mengapa? Karena aktivitas ini akan menyita banyak waktu, menguras energi dan pikiran kita sebagai orangtua. Tapi, sekali lagi, jangan jadi orangtua kalau Anda tidak mau capek!!
Saya terkenang dengan ibu saya. Sejak saya kecil, saya dan abang saya dibiasakan dengan buku. Sebelum tidur, kami dibacakan berbagai macam buku cerita. Aktivitas sehari-hari pun, kami akrab dengan buku. Kebetulan, kakek dan nenek kami adalah penilik sekolah, dan suatu hari mereka mengirimi kami satu peti buku bacaan. Isinya? Ratusan!! Kami semakin memperkaya perpustakaan pribadi kami dengan koleksi buku-buku tersebut.
Ibu mendidik saya bukan dengan "harus" membaca. Tapi, ibu membuat saya senang bermain dengan buku. Dan akhirnya, saya pun bersahabat baik dengan buku. Bahkan saat makan, saya selalu menyempatkan sambil membaca buku. Hambar rasanya jika makan tanpa buku yang menemani. Saya berkacamata minus tiga pun, itu akibat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak membaca buku, meski sambil tiduran. Sampai kini, saya hampir menjadi seorang ibu pun, kebiasaan itu melekat pada saya.
Budaya membaca buku itu mengantarkan saya kepada kebiasaan belajar mandiri. Saya menjadi kaya akan kata, dan membuat saya mencintai dunia menulis. Hal itu didukung dengan daya khayal saya yang tinggi. Terciptalah dongeng-dongeng, puisi-puisi, cerpen-cerpen hasil khayalan saya.
Banyak orangtua tidak menyadari pentingnya hal ini dalam dunia anak-anak mereka. Saat kecil, mereka memang mungkin belum menunjukkan prestasi gemilang alias nilai-nilai yang terbaik. Adanya ketidakstabilan dalam dunia anak-anak, seringkali membuat mereka lebih cenderung "hidup" di dunia khayal mereka.Kita sering mengecap mereka "pengkhayal", dan pada akhirnya menyuruh mereka untuk berhenti melakukan hal tersebut.
Yang seharusnya orangtua lakukan bukanlah menyetop atau menyuruh mereka "berhenti". Namun memberikan mereka arahan dan bimbingan, kemana mereka seharusnya melangkah. Disusul kemudian motivasi untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hasilnya? KEAJAIBAN LUAR BIASA!!
Anda pernah melihat penulis-penulis cilik yang usianya belum genap 10 tahun, namun sudah menghasilkan banyak karya? Nah, jika Anda mampu mengembangkan potensi tersebut dari putra-putri Anda, maka Anda telah melakukan sebuah investasi berharga. Percayakah, bahwa putra-putri Anda bisa lebih baik dari mereka semua? Tentu harus!
Kecerdasan pertama kali dibangun oleh kemampuan berbahasa seorang anak. Dan kemampuan membaca ini berawal dari kebiasaan membaca. Anak-anak yang banyak membaca, mereka akan memiliki pengetahuan, wawasan yang lebih banyak daripada anak-anak lain yang tidak suka membaca.
Membudayakan membaca sejak dini, bukan berarti memaksa mereka untuk serius sampai mengerutkan kening. Tapi, membuat mereka mencintai buku, seperti mereka mencintai bermain.
Budaya membaca sejak dini ini bisa Anda mulai sejak ia dalam kandungan Anda. Pada usia 7 bulan, janin sudah dapat mendengar suara-suara di sekitar ibunya. Tidak ada salahnya, Anda membaca buku keras-keras, sambil mengajaknya berbicara.
Saat si kecil lahir, Anda bisa mengenalkan budaya membaca dengan kartu-kartu dan permainan edukatif. Bukankah anak-anak suka bermain? Nah, jangan halangi kesenangan mereka ini. Namun, buatlah improvisasi, dimana anak-anak bisa belajar membaca sambil bermain. Asyik, bukan?
Sumber:
http://www.persit-
kckjaya.org/index.php?option=com_content&view=article&id=491:budayakan-
membaca-sejak-dini&catid=42:info-keluarga&Itemid=69
Sebenarnya, budaya "belajar" mandiri berawal dari kebiasaan membaca sejak dini. Orangtua yang membiasakan anak-anaknya membaca sejak dini usia, akan memetik buah yang sangat manis; anak-anak mereka cenderung lebih mudah belajar, tidak malas, dan senang membaca. Seakan-akan, buku adalah sahabat dan teman bermain yang mengasyikkan bagi mereka.
Sayangnya, tidak banyak orangtua yang menyadari pentingnya membaca sejak dini usia ini. Mereka cenderung bersantai-santai pada awalnya, dan menyerahkan semuanya kepada sekolah, sambil menunggu "hasil". Hingga pada akhirnya, mereka baru akan tersadarkan setelah melihat hasil belajar putra-putri mereka yang jauh dari harapan.
Setelah melihat hasil yang kurang memuaskan ini, akhirnya orangtua mencari cara agar anak-anak mau belajar. Tidak jarang yang menggunakan cara-cara pemaksaan, hukuman, jadwal les yang padat, yang mayoritas itu bukannya menambah keinginan dan semangat anak untuk belajar, tapi malah membuat mereka jenuh belajar. Nah, lo...kalau sudah begitu, repot juga, kan?
Membudayakan membaca dan menulis bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan sangat melelahkan! Mengapa? Karena aktivitas ini akan menyita banyak waktu, menguras energi dan pikiran kita sebagai orangtua. Tapi, sekali lagi, jangan jadi orangtua kalau Anda tidak mau capek!!
Saya terkenang dengan ibu saya. Sejak saya kecil, saya dan abang saya dibiasakan dengan buku. Sebelum tidur, kami dibacakan berbagai macam buku cerita. Aktivitas sehari-hari pun, kami akrab dengan buku. Kebetulan, kakek dan nenek kami adalah penilik sekolah, dan suatu hari mereka mengirimi kami satu peti buku bacaan. Isinya? Ratusan!! Kami semakin memperkaya perpustakaan pribadi kami dengan koleksi buku-buku tersebut.
Ibu mendidik saya bukan dengan "harus" membaca. Tapi, ibu membuat saya senang bermain dengan buku. Dan akhirnya, saya pun bersahabat baik dengan buku. Bahkan saat makan, saya selalu menyempatkan sambil membaca buku. Hambar rasanya jika makan tanpa buku yang menemani. Saya berkacamata minus tiga pun, itu akibat saya tidak bisa menahan diri untuk tidak membaca buku, meski sambil tiduran. Sampai kini, saya hampir menjadi seorang ibu pun, kebiasaan itu melekat pada saya.
Budaya membaca buku itu mengantarkan saya kepada kebiasaan belajar mandiri. Saya menjadi kaya akan kata, dan membuat saya mencintai dunia menulis. Hal itu didukung dengan daya khayal saya yang tinggi. Terciptalah dongeng-dongeng, puisi-puisi, cerpen-cerpen hasil khayalan saya.
Banyak orangtua tidak menyadari pentingnya hal ini dalam dunia anak-anak mereka. Saat kecil, mereka memang mungkin belum menunjukkan prestasi gemilang alias nilai-nilai yang terbaik. Adanya ketidakstabilan dalam dunia anak-anak, seringkali membuat mereka lebih cenderung "hidup" di dunia khayal mereka.Kita sering mengecap mereka "pengkhayal", dan pada akhirnya menyuruh mereka untuk berhenti melakukan hal tersebut.
Yang seharusnya orangtua lakukan bukanlah menyetop atau menyuruh mereka "berhenti". Namun memberikan mereka arahan dan bimbingan, kemana mereka seharusnya melangkah. Disusul kemudian motivasi untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki. Hasilnya? KEAJAIBAN LUAR BIASA!!
Anda pernah melihat penulis-penulis cilik yang usianya belum genap 10 tahun, namun sudah menghasilkan banyak karya? Nah, jika Anda mampu mengembangkan potensi tersebut dari putra-putri Anda, maka Anda telah melakukan sebuah investasi berharga. Percayakah, bahwa putra-putri Anda bisa lebih baik dari mereka semua? Tentu harus!
Kecerdasan pertama kali dibangun oleh kemampuan berbahasa seorang anak. Dan kemampuan membaca ini berawal dari kebiasaan membaca. Anak-anak yang banyak membaca, mereka akan memiliki pengetahuan, wawasan yang lebih banyak daripada anak-anak lain yang tidak suka membaca.
Membudayakan membaca sejak dini, bukan berarti memaksa mereka untuk serius sampai mengerutkan kening. Tapi, membuat mereka mencintai buku, seperti mereka mencintai bermain.
Budaya membaca sejak dini ini bisa Anda mulai sejak ia dalam kandungan Anda. Pada usia 7 bulan, janin sudah dapat mendengar suara-suara di sekitar ibunya. Tidak ada salahnya, Anda membaca buku keras-keras, sambil mengajaknya berbicara.
Saat si kecil lahir, Anda bisa mengenalkan budaya membaca dengan kartu-kartu dan permainan edukatif. Bukankah anak-anak suka bermain? Nah, jangan halangi kesenangan mereka ini. Namun, buatlah improvisasi, dimana anak-anak bisa belajar membaca sambil bermain. Asyik, bukan?
Sumber:
http://www.persit-
kckjaya.org/index.php?option=com_content&view=article&id=491:budayakan-
membaca-sejak-dini&catid=42:info-keluarga&Itemid=69
Langganan:
Postingan (Atom)